Oleh
Nama : Faustinus Trias Windu Aji
Kelas
: Rhetorica A
Absen : 07
AKU
Kalau sampai waktuku
'Ku mau tak seorang 'kan merayu
Tidak juga kau
Tak perlu sedu sedan itu
Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang
Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang
Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih peri
Dan aku akan lebih tidak peduli
Aku mau hidup seribu tahun lagi!
Kalau sampai waktuku
'Ku mau tak seorang 'kan merayu
Tidak juga kau
Tak perlu sedu sedan itu
Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang
Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang
Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih peri
Dan aku akan lebih tidak peduli
Aku mau hidup seribu tahun lagi!
Judul Puisi :
Aku
Karya :
Khairil Anwar
Tahun :
1943
Tema :
Perjuangan/patriotisme
Biografi penulis :
Chairil
Anwar ,lahir di Medan, Sumatera Utara, 26 juli 1922– meninggal di Jakarta,
28 April 1949 pada umur 26 tahun), adalah penyair terkemuka . Ia diperkirakan
telah menulis 96 karya, termasuk 70 puisi .Chairil lahir dan dibesarkan di
Medan, sebelum pindah Jakarta dengan ibunya pada tahun 1940 dimana ia mulai
menggeluti dunia sastra. Setelah mempublikasikan puisi pertamanya pada tahun
1942.
Bagian analisis :
a. Bait
:
Dari puisi Khairil anwar yang terkenal
ini, saya bisa menangkap perasaan Khairil Anwar. Khairil Anwar berusaha mendeskripsikan dirinya
seperti seorang pahalawan perjuangan karena pada waktu itu kemerdekaan belum
dikumandangkan. Perasaan teguh untuk mendapat kemerdekaan disampaikan dalam
suatu keegoan diri.
“Kalau sampai waktuku
'Ku mau tak seorang 'kan merayu
Tidak juga kau”
Tidak juga kau”
Dalam seuntai bait pertama, ia mengungkapkan bahwa
kepercayaan diri yang penuh ada dalam dirinya. Bisa dikaitkan dalam masa
kemerdekaan, bahwa seorang pahlawan tak akan patah arang untuk terus maju
meraih suatu kemerdekaan. Ia menunjukkan sikap yang siap sedia ketika waktu
telah tiba. Walau orang lain merayu, ia tak gentar untuk tetap teguh dalam
pendiriannya. Mungkin “tidak juga kau” mengartikan bahwa ada seseorang yang
dekat padanya yang melarang suau usaha untuk memperjuangkan sesuatu.
“Tak perlu sedu sedan itu
Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang”
Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang”
Kata-kata itu saya bisa menangkap adanya sikap ketegaran. Walaupun ada
sesuatu seperti kesenjangan dan kesendirian. Keadaan yang seperti itu bukan
menjadi masalah diriya untuk tetap berjuang meraih sesuatu yang diharapkan.
“buangan”, adalah sesuatau kata yang bersifat menyudutkan, namun pada
kenyataannya, ia tetap saja tegar.
“Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang
Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih peri”
Aku tetap meradang menerjang
Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih peri”
Dari kutipan di atas, ada perasaan
pantang menyerah. Meskipun banyak derita yang
menyelimuti. Semua yang adalah perasaan pilu tak membuat tokoh menyerah,
melainkan tetap dalam semangat perjuangan.
“Dan aku akan lebih tidak peduli
Aku mau hidup seribu tahun lagi!”
Aku mau hidup seribu tahun lagi!”
Khairil Anwar menunjukan sikap
egonya yang menentang kenyataan. Dalam perjuangan, ia akan tetap membela dan
tetap pada pendiriannya. Ia mengatasi batas waktu karena perjuangannya yang
tidak mau ia sudahi. Ia tidak memperdulikan kenyataan dan mau ada dalam
perjuangan terus menerus.
b. Suasana
Suasana yang ada dalam puisi tersebut
adalah bersemangat dalam meraih perjuangan hidup yang ia maksud. Walaupun
segala tantangan akan ia hadapi dan tak mungkin berlalu melewati hidupnya.
Semangat yang menggebu-gebu terungkap dalam kepercayaan diri yang ada pada
kata-kata dalam puisi. Egoismenya bersikap positif, ia akan mengandalkan
dirinya dan melawan waktu yang ada untuk tetap berjuang dalam masa kemerdekaan.
c. Amanat
Khairil anwar adalah orang yang penuh
perjuangan dalam menggapai sesuatu yang akan ia capai. Ia memiliki sikap yang
perlu diteladani bagi para pejuang masa kini, yaitu pemuda bangsa. Segala
perjuangan dalam kemerdekaan telah dinyatakan lewat puisi yang penuh makna.
Perjuangannya menjadi hal yang patut dicontoh untuk tetap menjaga kemerdekaan
bangsa.
Namun, keegoan diri juga harus menjadi
salah satu hal yang perlu dipertahankan selagi hal itu menjadi satu cara untuk
memperjuangkan sesuatu kebaikan. Walau waktu telah berbicara namun perjuangan
itu harus tetap ada. Kemajuan jaman akan menjadi wadah untuk para pemuda
berjuang menggapai cita-cita.
Catatan Kaki
https://blogbahasa-indonesia.blogspot.com/2018/03/analisis-makna-puisi.html
ea............. iki krisna
BalasHapus